Friday, November 18, 2011

english19


HELPING TEACHER
TO DEVELOP MODEL FOR SECONDARY MATHEMATICS
TEACHING: Action Research of Indonesian Secondary Mathematics Teaching
By Dr. Marsigit, M.A.
Reviewed by Dwi Istanto(09301241030)
guru merupakan sosok  penting dalam dunia pendidikan. Dialah yang memegang peranan dalam mencerdaskan dunia pendodokan di indonesia. Oleh karena itu peningkatan kualitas guru menjadi sesuatuyang sangat penting. . Kualitas proses belajar mengajar terkait erat dengan bagaimana cara mengajar guru di kelas.Peningkatan kualitas guru berkaitan dengan perilaku guru dan kompetensi. Yang artinya berhubungan dengan kemampuan guru untuk merencanakan dan mengelola waktu, untuk mengenali dan memahami tujuan, untuk mengatur dan mengelola pengajaran dan pembelajaran melalui kombinasi kegiatan kelas, untuk menggunakan lingkungan dan sumber daya, untuk menggunakan berbagai jenis metode pengajaran atau pendekatan, untuk memberikan dan menggunakan umpan balik belajar-mengajar dan untuk lebih menilai proses serta hasilnya.
Dalam penelitian ini yang menjadi subjek penelitian adalah tentang bagaimana cara guru mengajar guru di kelas. Dan sebelum dilakukan penelitian, cara mengajar guru adalah dengan menerapkan metode pengajaran klasik terutama dengan metode eksposisi dalam kegiatan pembelajaran.Setelah dilakukan penelitian ternyata guru punya  kesulitan dalam pembelajaran. Antara lain : fungsi pengembangan lembar kerja, mengembangkan skema untuk pengkomunikasian antara kelompok, dan mengembangkan alat bantu dan bahan pengajaran. Guru juga memiliki kesulitan bagaimana untuk membentuk kelompok dan bagaimana mengelolanya.
Dalam penelitian ini juga ditawarkan solusi untuk masalah diatas.Salah satu cara untuk mengatasi masalah ini adalah memberikan kesempatan kepada guru untuk mengembangkan lembar kerja. Mengembangkan lembar kerja oleh guru mendorong siswa untuk aktif belajar matematika melalui pemecahan masalah. Setiap kali guru membagi siswa ke dalam beberapa kelompok, para siswa memiliki kesempatan untuk berkomunikasi satu sama lain. Para siswa mulai berdiskusi jika mereka menemukan masalah yang cukup sulit untuk dipecahkan sendiri. Dan dari penelitian ini dapat diketahui Faktor yangmenyulitkan guru dalam mengembangkan skema untuk mendorong kegiatan diskusi adalah kurangnya pemahaman guru tentang makna dari apa yang disebut 'diskusi' dan bagaimana implementasinya di proses belajar mengajar.
Dengan adanya salah satu solusi diatas, semoga saja pembelajaran menjadi lebihmenyenangkan. Dan pada akhirnya siswa menjadi suka akan matematika.

english18


Developing ICT for Primary and Secondary Mathematics Teacher Professional Development : The Use Of Video in Lesson Study
By Dr. Marsigit, M.A.
Reviewed by Dwi Istanto(09301241030)
Guru merupakan sosok yang penting dalam dunia pendidikan. Di tangan para guru lah pendidikan di indonesia dapat berkembang dengan baik.  Dengan guru yang baik maka output yang diperoleh dari dunia pendidikan juga akan baik. Akan tetapi untuk dapat menjadi guru yang baik memiliki tantangan dan hambatan yang besar. Guru harus melakukan kegiatan kegiatan apa saja yang dapat membuat siswa suka dan paham akan matematika. Sehingga jika para siswa paham akan matematika, keadaan pendidikan trutama matematika di indonesia menjadi lebih baik.Salah satu hal yang penting dalam pembelajaran adalah metode.  Metode apa yang dipakai guru, metode mana yang cocok dalam pemblajaran sehingga membuatsuasana pembelajaran di kelas menjadi menyenangkan. Akan tetapi Sebagian besar guru matematika tidak banyak mempuyai kesempatan untuk melakukan pengamatan tentang keefektifan penggunaan metode pembelajaran dalam kondisi nyata di kelas karena pada keseharian  mereka mengajar mereka lebih banyak menggunakan metode pembelajaran tradisional. Yaitu metode expositori atau ceramah.
Salah satu metode yang patut dicoba oleh para guru adalah pembelajaran yangmenggunakanalat alat teknologi. Misalnya saja penggunaan VTR (Video Tape Recorder). Penggunaan VTR (Video Tape Recorder) ini merupakan salah satu pengembangan ICT untuk mendukung pengembangan keprofesionalan guru. Keuntungan dengan memakai VTR (Video Tape Recorder) antara lain : rangkuman dari pelajaran yang menekankan pada masalah utama pelajaran, bagian dari pelajaran dan kejadian-kejadian utama di dalam kelas, hal-hal yang dapat dijadikan sebagai bahan diskusi dan refleksi (Isoda M, 2006).
Belajar dengan menggunakan video akan memberikan kesempatan bagi kita untuk mengamati apa yang kita pelajari di kelas dan kemudian mengaplikasikannya dalam kegiatan belajar dan mengajar di kelas.
VTR dalam konteks Indonesia, diambil sebagai contoh Budiayati seorang guru kelas 4 SD di SD Percobaan 2 Yogyakarta. Standar kompetensinya adalah memahami dan mengaplikasikan faktor dan perkalian bilangan untuk menyelesaikan masalah. Pertama guru memberikan pendahuluan berupa pertanyaan yang berhubunngan dengan kehidupan sehari-hari siswa, kemudian membentuk bimbing oleh guru. Hal hal yang perlu diperhatikan dalam pengembangan VTR adalah dukungan dari guru-guru, para peneliti dalam ilmu pendidikan dan subjek yang berkaitan, orang tua dll, lebih banyak klagi investasi dalam bidang penelitian pendidikan, lebih banyak lagi koleksi dan contoh dari cara mengajar yang bagus, mendukung model-model belajar yang efektif, dan lain lain.
Dengan menggunakan VTR dalam pembelajaran  semoga pembelajaran menjadi menyenangkan dan akhirnya dapat menghasilkan output yang baik.


Tuesday, November 8, 2011

english17


WAWASAN TENTANG STRATEGI DAN APLIKASI PEMBELAJARAN MATEMATIKA BERBASIS KOMPETENSI
Reviewed by Dwi Istanto(09301241030)



Development of education in Indonesia today demanding that the curriculum should emphasize the many problems of education (school problems, various schools, private education, interests and skills of students, and community, and many others). curriculum should be an emphasis on the skills of students.
The curriculum was developed based on the description of competence standards for basic skills as affective, cognitive, and psychomotor skills.

school mathematics has some character. Character is the school of Mathematics
  (1) mathematics as a search pattern and activity relationships, which require mathematics as a creative imagination, intuition and discovery
(2) mathematics as an activity of problem solving, mathematics as communication.

There is a character of students studying mathematics, such as:
  (1) students learn mathematics if they have the motivation, students learn math in their own way,
2) Students learn mathematics as individuals or companies with their friends, students need a different context and situation.


Curriculum created with the aim of developing their creativity, communicate with others their thoughts, etc.. To make it happen, we need to develop processes that emphasize learning mathematics in context and application in our lives. Ebbutt and Straker (1995) says that the math materials include:
facts, logical ability, the ability of the algorithm, problem-solving skills, investigative skills


these steps making a good syllabus:
a. determine the structure of mathematical knowledge
b. develop the basic competencies
c. make the material a good
d. know the students' learning activities
e. Make time allocation
f. Looking for reference and learning resource

Friday, November 4, 2011

english16


PHILOSOPHICAL AND THEORETICAL GROUND OF MATHEMATICS EDUCATION
By Dr. Marsigit, M.A.
Reviewed by Dwi Istanto(09301241030)


Filsafat mengenai matematika sangatlah luas dan umum. Filsafat pendidikan matematika meliputi beberapa masalah pendidikan matematika yaitu ideologi, landasan dan tujuan dari matematika itu sendiri.
 Dalam rangka memberi gambaran yang jelas tentang peran studi filsafat matematika dan hubungannya dengan lokakarya kegiatan dan akan dibahas tentang sifat pengembangan sumber daya manusia dan sifat studi pelajaran dalam pendidikan matematika.

Menurut Paul Ernest (1994), studi filsafat pendidikan matematika berakibat pada praktek mengajar matematika melalui isu-isu tercermin pada pertanyaan berikut:
"Apa teori dan epistemologi mendasari pengajaran matematika? Apakah asumsi ini berlaku? Berarti apa yang diadopsi untuk mencapai tujuan matematika pendidikan? Apakah tujuan dan sarana yang konsisten? Apa metode, sumber daya dan teknik yang telah dan mungkin digunakan dalam pengajaran matematika? Apa teori-teori mendukung penggunaan informasi yang berbeda dan teknologi komunikasi dalam mengajar matematika? Apa yang membuat nilai-nilai yang membawa teknologi ini dengan mereka, baik yang dimaksudkan dan tidak disengaja? Apa itu untuk mengetahui kepuasan matematika di tujuan pengajaran
matematika? Bagaimana belajar mengajar matematika harus dievaluasi dan
dinilai? Apa peran guru?  Dan masih banyak lagi

 peran studi filsafat matematika sangat lah luas. dapat dikatakan bahwa filosofi pendidikan matematika bertujuan untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan tentang status dan dasar dari objek pendidikan matematika, yaitu ontologis mengklarifikasi sifat dari masing-masing komponen pendidikan matematika, dan epistemologis mengklarifikasi apakah semua pernyataan yang bermakna pendidikan matematika memiliki tujuan dan menentukan kebenaran.
Pada intinya, tujuan mempelajari filsafat matematika adalah supaya pembelajaran matematika menjadi lebih bermakakna dan berguna di kehidupan sehari hari.

english15


Developing Teacher Training Textbooks for Lesson Study in Indonesia

By Dr. Marsigit, M.A.
Reviewed by Dwi Istanto(09301241030)


Keberhasilan suatu pembelajaran dipengaruhi banyak faktor. Salah satunya adalah buku pegangan. Ketersediaan buku pegangan merupakan salah satu faktor yang menentukan kualitas dari proses belajar mengajar. Sebaiknya yang memilih buku untuk siswa adalah siswa karena sekolahlah yang mengetahui buku mana yang cocokuntuk siswa mereka.
Hal ini juga berarti siswa memiliki kebebasan untuk memilih bukunya sendiri tanpa ada campur tangan dari guru dan sekolah.namun terdapat hambatan dalam pelaksanaan buku pegangan ini. Masih banyak siswa yang tidak bisa membeli buku karena masalah ekonomi. Ini menjadi masalah dan tanggung jawab kita semua agar para siswa dapat membeli buku yang dibutuhkan.
Di indonesia, yang menjadi masalah adalah masih banyak guru yang belumbisa menulis buku dengan baik. Hal ini dikarenakan pengetahuan mereka yang masih kurang.

 Berikut ini adalah langkah-langkah untuk menulis sebuah buku pegangan :

1. Mencari  ide
    Kita harus memilih ide terlebih dahulu. Lalu pahami materi yang hendak ditulis
2. Mepersiapkan rencana awal
    Mengumpulkan data data yang akan digunakan dari berbagai sumber
3. Melakukan  penulisan pertama
    mulailah menulis jika ide dan data data sudah diperoleh
4. Melakukan evaluasi
      setelah melakukan penulisan. Hal yang harus dilakukan adalah kegiatan evaluasi. Hal ini          bertujuan untuk meminimalisir kesalahan
5.  Bekerja sama dengan penerbit.
Dalam hal ini, sebagai penulis harus bisa meyakinkan penerbit tentang tujuan buku itu dengan teori dan filosifi didalamnya.

dengan guru membuat buku pegangan sendiri. Diharapkan buku itu lebih berguna bagi pembelajaran karena guru lebih mengetahui yang dibutuhkan para siswa. Dan pada akhirnya dapat membuat para siswa menyukai matematika